Ketika itu petang tanggal 21 Desember 2011. Dingin sampai
menumpuk embun pada jendela kamar. Dari balik tumpukan itu aku mendapati
mobil-mobil saling susul. Jalanan penuh kendaraan roda empat dan para pejalan.
Malam masih muda, manusia di Ankara masih dalam perjalanan pulang dari mana saja mereka mencari nafkah. Meski demikian hari
sudah gelap. Matahari tak banyak berkunjung pada halaman-halaman akhir penanggalan. Bahkan malam
ini adalah malam terpanjang dalam satu tahun. Setelah 21 Desember, malam
kembali memendek. Giliran siang yang memanjang, terus menerus hingga tiba tanggal 21 Juli.
Jendela
kamarku masih tebal ditutup embun...
0 komentar:
Posting Komentar